Cara aman berkendara

Sebenarnya artikel ini kurang penting sih tapi saya share saja, diperhatikan dan dibaca baik-baik tapi jangan baper.

Berikut cara berkendara di jalan menurut saya:

  1. Berumur 17 tahun dan memiliki sim. Tentu saja anda yang baca ini jika berumur -17 dilarang naik motor, resikonya tentu sangat besar dan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jelas saja anda yang paling pertama disalahkan meskipun selalu salah sih, hehe..
  2. Memakai jaket, berkaca mata dan bersepatu. Dikarenakan hembusan dan pesona cogan dijalan dapat mengalihkan perhatian, disarankan memakai kacamata tapi bukan kacamata kuda ya hehe. Bukan, untuk menghindari masuk angin dan tiupan debu-debu yang terbawa angin okay.
  3. Membawa jas hujan. Meskipun saat anda membaca ini cuaca panas, maka bisa saja tiba-tiba hujan dikarenakan langit sedang menangisi kejombloanmu heheh.
  4. Surat-surat kendaraan. Dilarang membawa BPKB tapi, emangnya mau gadaikan motor apa wkwk. Ya jelas ini untuk kebaikan reader sekalian, untuk menghindari bermasalah dengan polisi lalu lintas saat ada operasi-operasi mendadak di jalanan.
  5. Mengisi bensin. Wah ini jangan sampai lupa, masakn sudah cakep pakai jaket, kacamata dan sepatu bermerek, sudah jalan cantik ala syahrini mogok sih ditengah jalan, lebih apes lagi kalau dorong di SPBU terdekat. Jadi, disarankan mengecek bahan bakar dahulu.
  6. Helm. Untuk keselamatan dan melindungi tulang kepala sangat diwajibkan memakai helm.
  7. Menghindari emak-emak dengan lampu sein ke kanan yang tiba-tiba belok kiri. Hindari saja. Jangan cari masalah sama emak-emak yang menguasai jalanan 😀
  8. Dilarang keluar saat malam minggu, beneran, ini saran, apalagi yang jomblo. Jangan. Macet-maceti jalan saja dan nanti baper lihat muda-mudi berduaan hahah..

Sekian info penting tapi tidak lucu dari saya, babai….. 😀

 

Advertisements

TEROWONGAN MRAWAN

750x500-inilah-terowongan-mrawan-wisata-sejarah-cocok-buat-keluarga-160321a

Pada 10 Desember 2016 lalu, saya dan teman-teman sekelas saya berniat kerumah Bimantara Subekti di KalibaruKulon, sekalian mampir ke Terowongan Mrawan yang saya belum pernah kesana dan tidak lupa mendatangi air terjun legend yaitu “Air terjun Tirto Pengantin” Kalibaru.

Terowongan Mrawan adalah terowongan kereta api peninggalan Hindia Belanda yang terletak di Desa Garahan, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Banyuwangi. Lokasi terowongan ini berada di lingkungan Café & Rest Area Gumitir yang terkenal dengan Agrowisatanya.

Menurut beberapa sumber yang saya baca, Terowongan ini termasuk salah satu terowongan terpanjang di Indonesia, panjangnya mencapai 690 m dan termasuk Terowongan terangker se-Indonesia. Sensasi horror sangat terasa ketika kami memasuki terowongan kurang lebih sedalam 10 m. Gelap, pekat dan pengap tapi rasa sejarahnya sangat terasa didalam terowongan tersebut. Kemudian sekitar 20 menit kami foto-foto didalam maupun luar terowongan kami dipanggil oleh petugas stasiun Lori yang berada 20 m didepan terowongan Mrawan agar segera ketepian rel karena Kereta Mutiara Timur akan segera lewat.

Nah, sejarah Terowongan Mrawan yaitu sesuai dengan angka tahun yang tertulis di mulut terowongan apabila dilihat dari area wisata Gumitir, terowongan Mrawan ini dibangun pada tahun 1901 olehStaatsspoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik Pemerintah Hindia Belanda. Kemudian pada tahun 1902 dilanjutkan dengan pembangunan tembok sebelah kanan.

Lalu, setelah tembok sisi kiri dan kanan dari rel kereta api selesai, barulah dilakukan pembangunan penutup terowongannya yang memakan waktu hingga delapan tahun, atau selesai pada tahun 1910 dan menjadikan terowongan ini menjadi terowongan terpanjang di Provinsi Jawa Timur yang sekaligus menghubungkan Kabupaten Jember dengan Kabupaten Banyuwangi.

Tidak jauh dari terowongan tersebut, terdapat Stasiun Kereta Api Mrawan. Stasiun ini merupakan stasiun persilangan saja. Artinya, tidak ada kereta api yang berhenti di stasiun ini kecuali jika terjadi persilangan antarkereta api. Stasiun ini diapit oleh terowongan Mrawan dan terowongan Garahan. Nama Mrawan sendiri diambil dari nama sungai yang mengalir di dekat stasiun dan terowongan ini.

Kereta Api Indonesia (Persero) wilayah Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menawarkan berkereta api menikmati wisata alam, budaya, dan sejarah Nusantara menggunakan Lori Wisata Kaliraga (Kalibaru-Mrawan-Garahan). Dengan biaya sewa Rp 500.000, lori ini bisa mengangkut 8 orang. Melewati jalur kereta api inipara penumpang bisa menikmati tempat paling eksotik yang terdapat di lintasan kereta api, yaitu agrowisata perkebunan kopi, coklat, hutan pinus dan panorama Gunung Gumitir.

Banyak keuntungan berwisata di Gunung Gumitir, udaranya yang sejuk, pemandangan alam yang indah, kuliner minuman kopi khas setempat, dan yang tak kalah pentingnya adalah wisata heritage nya.

Politeknik Negeri Banyuwangi

Terletak di Jalan Raya Banyuwangi-Jember kilometer 13, desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Terdapat 7 Prodi yaitu:

  1. Manajemen Bisnis Pariwisata (D4)
  2. Teknik Pengolahan Hasil Ternak (D4)
  3. Agribisnis (D4)
  4. Teknik Mesin (D3)
  5. Teknik Informatika (D3)
  6. Teknik Sipil (D3)
  7. Teknik Jaringan (D1)

Pada tahun 2017 ini akan menambah Prodi baru bernama Teknik Manufaktur Kapal (D4).